Selasa, 26 Agustus 2014

si merah

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj4MnfqkLPOKLn8nytMJnmGXUZuVBteC00lq_zesoE6AA2a_2bMIik3TpH4Xo1o6T6tUAIZYdFBKJuC3pGi6zFvw7G11QvLDr_Q8jxVoJ4XM9xRC1KzAToofh8xbNpsGQydOqvvCTGqtc/s1600/semut-rangrang.jpgKROTOadalah nama yang diberikan oleh orang Jawa untuk campuran larva dan pupa semut penganyam Asia (terutama Oecophylla smaragdina). Campuran ini terkenal di kalangan pencinta burung dan nelayan di Indonesia, karena larva semut populer sebagai umpan ikan, dan juga sebagai makanan tambahan untuk meningkatkan keterampilan burung-burung pedendang.

Sebenarnya saya membudidayakan semut rang-rang ini hanya iseng, ikut-ikutan teman kerja saya. Awalnya saya tidak mengerti apa-apa tentang budidaya semut rang-rang penghasil kroto ini.

Namun setelah itu saya ingin serius membudidayakan semut penghasil kroto ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar